daun kratom obat herbal

Mengintip Manfaat dan Bahaya Daun Kratom untuk Kesehatan

Info Terkini

Daun Kratom merupakan salah satu spesies tanaman yang ada di Indonesia. Daun ini memiliki nama lain daun purik atau daun ketum. Daun ini memiliki bentuk menjari dengan warna hijau. Meskipun dipercaya digunakan sebagai obat oleh masyarakat, namun penggunaan daun ketum masih menjadi kontroversi. Pasalnya, daun ketum sering disalahgunakan sebagai narkotika. Berikut ini manfaat dan bahaya daun ketum yang perlu anda ketahui.

Manfaat Daun Ketum bagi Kesehatan

Daun ketum memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tak heran jika sejak dulu tanaman yang satu ini sering dijadikan sebagai obat. Salah satu penggunaan daun ketum untuk kesehatan yaitu sebagai obat diare. Masalah pencernaan seperti diare tentunya harus segera diobati. Hal tersebut dapat diatasi dengan mengkonsumsi diare dalam dosis yang rendah. Tidak hanya itu, daun ketum juga dapat mengatasi masalah pencernaan lain seperti sembelit dan susah buang air besar.

ini daun kratom herbal yang di larang

Selain itu, daun ketum juga dapat meningkatkan energi ketika anda merasa kelelahan, jika anda mengkonsumsinya dalam batas yang wajar. Tak heran jika daun ini sering dijadikan sebagai salah satu tanaman untuk mengatasi penyakit hipertensi. Kandungan yang ada di dalam daun ketum dapat melancarkan sirkulasi darah sehingga tekanan darah dapat diturunkan. Namun, pengobatan ini juga harus diimbangi dengan olahraga secara teratur dan konsumsi makanan yang tepat.

Daun ketum sering dijadikan sebagai obat penghilang nyeri dan rasa sakit. Tanaman ini mengandung alkaloid mitraginin dan 7-hydroxymitragynine yang memiliki beberapa manfaat seperti analgesik, anti-inflamasi, atau pelemas otot. Hal inilah yang membuat tanaman ini sering dijadikan obat untuk meredakan gejala fibromyalgia. Fibromyalgia merupakan intoleransi terhadap stres dan rasa sakit dimana tubuh mengalami nyeri, sulit tidur, dan kelelahan.

Bahaya Daun Ketum yang Perlu Diwaspadai

Mengkonsumsi tanaman ini dalam dosis yang rendah tentunya tidak menimbulkan efek yang merugikan tubuh. Namun, jika anda mengkonsumsinya dalam kadar yang berlebihan, maka tanaman ini bisa menyebabkan kematian. Beberapa efek samping yang harus diwaspadai diantaranya menyebabkan kecanduan. Selain itu, daun ini juga memidu euforia dan rasa rileks.

ini daun kratom narkoba bisa jadi obat

Efek psikologis akibat konsumsi daun ketum yang berlebihan (antara 10 hingga 25 gram) bisa menyebabkan rasa takut yang terlalu berlebihan. Kondisi ini bisa memicu agresi, permusuhan dan psikosis. Sedangkan gejala medis pada orang yang mengkonsumsi tanaman ini meliputi poliuria, kejang, muntah dan mulut kering. Poliuria sendiri merupakan keadaan dimana jumlah urine terlalu banyak sehingga menyebabkan seseorang sering buang air kecil.

Selain itu, konsumsi daun ketum juga dapat menyebabkan insomnia. Tentunya hal ini sangat berbahaya. Tubuh manusia membutuhkan istirahat setidaknya enam jam agar tetap bugar. Sedangkan jika konsumsi daun ketum sampai overdosis, maka pengguna akan kesulitan tidur. Hal ini bisa menyebabkan sistem imun menurun yang akhirnya mudah terserang penyakit. Selain itu, efek overdosis lainnya yaitu dapat menurunkan nafsu makan.

Efek yang lebih berbahaya dari daun ketum, yaitu ketika dicampur dengan obat psikoaktif lainnya yang berbahaya. Efek ini akan menghasilkan interaksi negatif antara satu dan yang lainnya, seperti kejang kejang. Ada berbagai bentuk olahan daun ketum yang masih beredar di pasaran, sehingga harus diwaspadai. Diantaranya bubuk, kapsul, tablet dan cairan.

Penyebab penggunaan daun ketum yang harus dihindari, karena konsumsi dengan dosis berlebihan bisa menyebabkan efek yang membahayakan bagi tubuh. Resiko ini tidak hanya mengancam kesehatan tubuh saja, melainkan terhadap kondisi psikologis seseorang. Bahkan konsumsi daun ketum yang dihentikan dapat menyebabkan gejala putus obat seperti kejang otot, mata berair, nyeri sendi dan tulang, diare, halusinasi hingga gangguan emosional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *