Pekerjaan tambahan yang sesuai bagi mahasiswa Yumita  

5 Ide Bisnis Kuliner Di Desa Yang Menjanjikan Selama Ramadhan

Kalau mereka bisa menjadi wirausahawan dan mempekerjakan banyak orang, tentu merupakan hal yang baik,” jelas dia. Menurutnya, mahasiswa UNM juga dididik agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Apalagi, industri kopi dinilai memiliki prospek yang cukup menjanjikan.

Merintis usaha sedari dini

Sebelum terjun ke dunia bisnis, yuk cek apakah kamu memiliki 10 karakter untuk jadi entrepreneur sukses ini. Jadi tidak perlu menunggu cukup umur untuk membangun bisnis baru, jika dari sekarang Anda sebagai kaum muda bisa sukses dengan bisnis yang melejit. Hindari harga jual yang terlalu rendah karena ini dapat melumpuhkan sektor bisnis yang bergerak pada bidang yang sama. Tapi, usahakan untuk bersaing secara sehat yaitu dengan membedakan produk, kualitas, dan pelayanan, bukan mempermainkan harga di pasar.

Ezra sendiri sedikit mengkritik workshop properti yang ada selama ini. “Kebanyakan workhop yang saya lihat, orang yang ikut workshop kemudian gagal atau tidak berhasil , itu tidak ada coaching lanjutan dari para mentornya karena berkeliling ke kota-kota lain,” paparnya. Sedari didirikan tahun 2010 dan berjalan hingga sekarang, komunitas properti bentukan Property Institute ini sudah berjumlah sembilan angkatan.

Sampai Februari 2018, Kementerian Koordinator Perekonomian mencatat baru 10 dari 34 provinsi yang memiliki satgas perizinan. Ini mengingatkan pada prinsip absolute power tend to corrupt, persis sama dengan hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam berbagai kasus perizinan. Penerapan perizinan berbasis OSS tidak cukup hanya di tingkat perizinan pendirian usaha. Karena untuk menjalankan suatu usaha, diperlukan berbagai izin teknis yang tersebar di berbagai instansi, baik pusat maupun daerah, berikut rekomendasi sebelum izin teknis diterbitkan. Perizinan usaha berbasis OSS hanya memberi kenyamanan hingga pendirian usaha, dan tidak sampai di tingkat operasional usaha.

Tentu pernah, pertama saat proses awal merintis, ketika saya pertama kali masuk kuliah. Produk dilempar ke muka saya oleh senior, katanya untuk apa saya beli, karena dulu bungkusnya memang masih plastik. Ia bilang, keripik buatan saya ini banyak yang suka, tapi sayangnya belum memiliki ciri khas, terutama dari nama dan variasi rasanya. Menjalani masa kecilnya di Medan, Herry juga menyadari sulitnya mencari makanan sehat dan terjangkau ketika ia menginjakkan kakinya di ibukota. Hal-hal tersebut menjadi pemicu bagi Herry untuk mendirikan bisnis makanan.